Soppeng — Jemaat Imanuel Watansoppeng, Gereja Kristen Sulawesi Selatan (GKSS), melaksanakan Perayaan Natal pada Senin malam, 15 Desember 2025, dengan penuh khidmat dan sukacita. Ibadah Natal berlangsung di Gereja Jemaat Imanuel Watansoppeng dan dihadiri oleh jemaat serta undangan lintas gereja.
Ibadah Natal dipimpin oleh Pdt. Ni Luh Suriani, M.Th, dengan mengangkat tema “Allah Hadir Untuk Menyelamatkan Keluarga” dan subtema “Merajut Kasih, Mengurai Sejarah untuk Mempererat Persaudaraan.” Tema ini menjadi pengingat akan kehadiran Allah yang nyata dalam kehidupan keluarga, gereja, dan persekutuan umat.
Dalam khotbahnya, Pdt. Ni Luh Suriani, M.Th menegaskan bahwa peristiwa Natal merupakan wujud kasih Allah yang hadir membawa keselamatan, damai sejahtera, serta pemulihan relasi dalam keluarga dan antar sesama. Jemaat diajak untuk menjadikan kasih Kristus sebagai dasar hidup, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Rangkaian ibadah berlangsung dengan tertib dan penuh penghayatan, diawali dengan puji-pujian, pembacaan Firman Tuhan dari Matius 1:18–25, serta persembahan lagu-lagu rohani, termasuk pujian dalam bahasa daerah Bugis yang semakin menambah kekhidmatan suasana ibadah.
Perayaan Natal malam itu turut dihadiri oleh jemaat dari berbagai denominasi gereja di Kabupaten Soppeng, antara lain Gereja Toraja, gereja Pentakosta, umat Katolik, serta seluruh jemaat GKSS se-Kabupaten Soppeng. Kehadiran lintas denominasi ini menjadi wujud nyata semangat persaudaraan dan kebersamaan dalam perayaan Natal.
Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan jalannya ibadah, pihak Polres Soppeng bersama Kodim 1423/Soppeng melaksanakan pengamanan secara humanis, penuh keakraban, dan bersinergi dengan jemaat. Suasana aman dan damai semakin meneguhkan makna Natal sebagai perayaan kasih dan perdamaian.
Melalui perayaan Natal ini, Jemaat Imanuel Watansoppeng diharapkan semakin diteguhkan imannya serta terus merawat nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.
Perayaan Natal ditutup dengan doa dan ucapan syukur, disertai harapan agar damai Natal senantiasa menyertai seluruh jemaat dan keluarga.